Kalian pasti tau dan masih inget kan dengan cerita Daud dan Goliat? kalimat yang langsung terpintas dan pasti terbayangkan yaitu “PERTEMPURAN YANG TIDAK SEIMBANG”. Yes, melihat kondisi fisik Daud yang jauh lebih lebih kecil di banding Goliat. secara manusia, pasti kita berfikir bagaimana Daud bisa mengalahkan manusia sebesar dan setegap Goliat?
Kalo di hadapkan pada dunia kita yang sekarang (re: Dunia kuliah, UTS, UAS, Kuis, Skripsi, Sidang, UKM, dll) kadang-kadang keadaan kita ga jauh beda dengan keadaan yang di hadapi Daud. seakan-akan masalah yang ada pada Kuliah kita lebih besar dari gunung Pangrango, atau bahkan gunung jayawijaya? seolah-olah masalah kuliah, skripsi kita seperti tubuh goliat yang akan dengan gampangnya menghantam kita bahkan diluar kemampuan kita secara manusia. Sampai kita merasa ga punya kekuatan sama sekali??
Jangan takut bro/sist, Tuhan yang kita sembah juga sama dengan Tuhan yang Daud sembah, yang memberikan kemenangan kepada daud. sekalipun kita merasa sedang dalam pertempuran yang tidak seimbang, atau di luar kemampuan kita, percaya kalau situasi dan keadaan apapun bisa Dia ubah. Daud muncul sebagai pemenang, begitu pula kita!! year of winner
Kuncinya sama seperti Daud, berharap sepenuhnya kepada Tuhan. Bergantung terus pada Tuhan, ngobrol ama Dia, minta pada Dia, jangan bergantung pada manusia, emang kita hidup dari kata-kata manusia?? engga kan. Pertempuran sebenarnya itu ada di tangan Tuhan.
inget bro/sist : sekuat apapun orang, sepintar, seganteng, secantik, sekaya, setajir, sejenius, seberkuasa apapun dia di dunia ini, tapi kalo Tuhan ga ada di pihaknya?? nol.
pertempuran kita ada di tangan Tuhan. kemenangan kita ga di tentukan oleh seberapa besar/kecil daya kita. kekalahan kita ga di tentukan oleh besar/kecilnya masalah kita. inget lagi satu prinsip yang di ambil dari lirik lagu “JIKA ALLAH ADA BERSAMAKU, SIAPA JADI LAWANKU?” Kalau Allah di pihak kita siapakah lawan kita, pasti kita muncul menjadi pemenang dan lebih dari pemenang.
Berharap penuh, bergantung pada Tuhan. kalau kita menolak untuk berlutut pada masalah, intimidasi, problem, pergumulan kita, mereka yang akan berlutut pada kita. serahkanlah segala kekhawatiranmu pada Tuhan, soalnya semua juru kunci ada pada Dia. jawaban doamu ada padaNya.
salah satu SENJATA IBLIS yang paling sering kita rasain itu SUARA INTIMIDASI. iblis pake semua kata-kata penghancuran, kata-kata jorok, kata-kata meruntuhkan, kata-kata menghina untuk menjatuhkan kita. jangan mahttp://www.tumblr.com/new/textu di intimidasi, langsung batalkan ini kata-kata. jangan mau di perdengungkan dengan kata-kata kayak gini bro/sist. kalahkan pake kuasa perkataan, perkataan iman yang membangun. “aku pasti menang, aku pasti bisa mengalahkan intimidasi ini”
“dalam nama Tuhan Yesus, uts ku pasti di berkati.” “dalam nama Tuhan Yesus aku pasti bisa belajar, dan ga di goda untuk main”
satu lagi, konsumsi terus firman Tuhan sampai firman itu mengkonsumsi hidupmu. terus berjuang ya bro/sist. kalau kata kakak/abang - peperangan Iman sesunguhnya itu lebih dari yang kita alami di dunia nyata. saya sendiri belum begitu mengerti, tapi lagi minta supaya mengerti.
Tuhan lagi mau pake kita ni anak-anak mahasiswa (IPB cayoooo), bermultiplikasi di kampus kita.