Esquire Theme by Matthew Buchanan
Social icons by Tim van Damme

28

Apr

shalom .

Belajar dari sahabat, keluarga. Banyak perubahan, hasil dari proses yang lu lakuin. proses dimana lu tetep setia dan taat ama rancangan Tuhan. Seorang pelayan yang rendah hati, ga banyak omong, tapi impact dari kerjaan dan keberadaan lu sangat besar. pelayan yang tidak egois, bahkan di saat tergenting pun lu tetep mikirin temen-temen lu. di saat-saat perubahan besar seperti ini, sesuatu hal besar terjadi, suatu hal yang mengubah hidup lu. Jujur saya sendiri tidak mengerti tentang rencana Tuhan yang ingin ia kerjakan dalam hidup lu. di saat-saat lu sedang on fire, menyerahkan seluruh hidup lu untuk di proses, Dia mengambil orang tersayang dalam hidup lu. “Bapak meninggal”.

Lu kuat, mencoba menahan nangis dan sedih walaupun wajahlu, senyum paksaan lu gabisa nutupin kesedihan lu. hal ini mengingatkan saya tentang ayub. dimana dia sedang di proses, bertumbuh dalam Tuhan, Dia izinkan sesuatu hal yang besar terjadi dalam kehidupannya. anak isterinya pergi, harta-kekayaannya hilang. sakit memang mengetahui orang yang kita sayang, orang yang sedari lahir kita panggil “Bapak” pergi tiba-tiba. apalagi jika kita sedang tidak ada di sampingya.

belajar sangat banyak, kekuatan untuk tidak mau menyusahkan orang lain, kekuatan untuk tidak meninggalkan tanggung jawab di saat berduka seperti ini. Bahkan masih sempet-sempetya lu sms anak danus, untuk mengingatkan danus nasi goreng untuk hari sabtu. 28 april kita memang mendanus nasi goreng, tapi sama sekali ga ada feel.

Lu kuat, tapi sekuat apapun lu jangan pernah mengandalkan ketahanan untuk menutupi kesedihan lu. menangislah jika itu memang perlu, satu yang saya tahu “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur”  Dia Bapa yang akan memberikan penghiburan sejati. Dia tau kalo lu kuat, dan lu telah diperlengkapi 100%, makanya Ia izinkan ini terjadi dalam proses hidup lu.

Cepat atau lambat kita semua harus menghadapi kematian orang yang kita kasihi. Tetapi, Kristus pasti menghibur di masa kehilangan ini. Maafkan saya jika harus mengungkapkan pengalaman pribadi, beberapa tahun yang lalu saya kehilangan kakak saya yang meninggal karena usus buntu dan saya tahu pasti apa yang saya katakan ini adalah benar adanya. Saat kematian datang menjemput seseorang yang kita kasihi, rasa sakit yang kita rasakan memang kadang-kadang hampir tak tertahankan. Kita tidak perlu takut untuk menyatakan perasaan kita kepada Allah tentang apapun yang kita rasakan: kemarahan, frustasi, takut, terluka, perasaan ditinggal sendirian, dsb. Lebih baik perasaan ini diungkapkan daripada di tekan

Penghiburan dari Bapa tidak berarti air mata kita akan kering, atau kesedihan kita tiba-tiba berhanti. Hal ini adalah proses alami yang memiliki efek menyembuhkan yang kuat. Penghiburan ilahi berarti kita akan merasakan Allah ada di sana di tengah air mata dan kesedihan kita. Rasa sakit memang harus dihadapi dan dijalani, termasuk rasa sakit ketika harus mengucapkan “selamat berpisah”.

Tuhan Yesus akan memimpin lu dengan lembut melewati jalan yang harus ditempuh. Kehadiran Kristus justru lebih kuat dan lebih menghiburkan di saat lu kehilangan orang yang lu kasihi. Dia memberikan hal yang paling berharga ketika bagian terpenting dari hidup kita ambil.

“Ya Allah Bapaku, betapa aku berterima kasih karena Engkau menerima diriku apa adanya. Aku berpaling kepada-Mu dalam kesedihan dan meminta agar Engkau meletakkan tangan-Mu di tanganku dan tinggallah dekat bersamaku saat aku menjalalani kesedihan ini. Jadilah penghiburku yang sejati di tengah kesedihanku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.”

dengan berani menulis seperti ini, berarti saya juga harus bisa memegang apa yang saya percaya. Lu kuat, dan lu bisa Fernando Sinaga.

SHALOM, SHALOM, SHALOM. (cepet balik ke Bogor do)

17

Apr

mr. adventURA

mr. adventURA

(Source: d-e-s-p-e-t-a-l-a-d-a)

03

Apr

share :

Kalian pasti tau dan masih inget kan dengan cerita Daud dan Goliat? kalimat yang langsung terpintas dan pasti terbayangkan yaitu “PERTEMPURAN YANG TIDAK SEIMBANG”. Yes, melihat kondisi fisik Daud yang jauh lebih lebih kecil di banding Goliat. secara manusia, pasti kita berfikir bagaimana Daud bisa mengalahkan manusia sebesar dan setegap Goliat?

Kalo di hadapkan pada dunia kita yang sekarang (re: Dunia kuliah, UTS, UAS, Kuis, Skripsi, Sidang, UKM, dll) kadang-kadang keadaan kita ga jauh beda dengan keadaan yang di hadapi Daud. seakan-akan masalah yang ada pada Kuliah kita lebih besar dari gunung Pangrango, atau bahkan gunung jayawijaya? seolah-olah masalah kuliah, skripsi kita seperti tubuh goliat yang akan dengan gampangnya menghantam kita bahkan diluar kemampuan kita secara manusia. Sampai kita merasa ga punya kekuatan sama sekali??

Jangan takut bro/sist, Tuhan yang kita sembah juga sama dengan Tuhan yang Daud sembah, yang memberikan kemenangan kepada daud. sekalipun kita merasa sedang dalam pertempuran yang tidak seimbang, atau di luar kemampuan kita, percaya kalau situasi dan keadaan apapun bisa Dia ubah. Daud muncul sebagai pemenang, begitu pula kita!! year of winner

Kuncinya sama seperti Daud, berharap sepenuhnya kepada Tuhan. Bergantung terus pada Tuhan, ngobrol ama Dia, minta pada Dia, jangan bergantung pada manusia, emang kita hidup dari kata-kata manusia?? engga kan. Pertempuran sebenarnya itu ada di tangan Tuhan.

inget bro/sist : sekuat apapun orang, sepintar, seganteng, secantik, sekaya, setajir, sejenius, seberkuasa apapun dia di dunia ini, tapi kalo Tuhan ga ada di pihaknya?? nol.

pertempuran kita ada di tangan Tuhan. kemenangan kita ga di tentukan oleh seberapa besar/kecil daya kita. kekalahan kita ga di tentukan oleh besar/kecilnya masalah kita. inget lagi satu prinsip yang di ambil dari lirik lagu “JIKA ALLAH ADA BERSAMAKU, SIAPA JADI LAWANKU?” Kalau Allah di pihak kita siapakah lawan kita, pasti kita muncul menjadi pemenang dan lebih dari pemenang.

Berharap penuh, bergantung pada Tuhan. kalau kita menolak untuk berlutut pada masalah, intimidasi, problem, pergumulan kita, mereka yang akan berlutut pada kita. serahkanlah segala kekhawatiranmu pada Tuhan, soalnya semua juru kunci ada pada Dia. jawaban doamu ada padaNya.


salah satu SENJATA IBLIS yang paling sering kita rasain itu SUARA INTIMIDASI. iblis pake semua kata-kata penghancuran, kata-kata jorok, kata-kata meruntuhkan, kata-kata menghina untuk menjatuhkan kita. jangan mahttp://www.tumblr.com/new/textu di intimidasi, langsung batalkan ini kata-kata. jangan mau di perdengungkan dengan kata-kata kayak gini bro/sist. kalahkan pake kuasa perkataan, perkataan iman yang membangun. “aku pasti menang, aku pasti bisa mengalahkan intimidasi ini”

“dalam nama Tuhan Yesus, uts ku pasti di berkati.” “dalam nama Tuhan Yesus aku pasti bisa belajar, dan ga di goda untuk main”

satu lagi, konsumsi terus firman Tuhan sampai firman itu mengkonsumsi hidupmu. terus berjuang ya bro/sist. kalau kata kakak/abang - peperangan Iman sesunguhnya itu lebih dari yang kita alami di dunia nyata. saya sendiri belum begitu mengerti, tapi lagi minta supaya mengerti.

Tuhan lagi mau pake kita ni anak-anak mahasiswa (IPB cayoooo), bermultiplikasi di kampus kita.


31

Mar

READ:

DI PESAN KAKAK, PETI MATINYA. FREE ONGKIR SELURUH IND

PETI MATI

@acabaca so sweet, catty woman ini mah namanya. ibu segala kucing di IPB

(Source: acabaca)

22

Mar

whooosaaaa

whooosaaaa

TARARARENGKYU NYAK

Terima kasih saya ucapkan pada Tuhan Yesus, buat semua pihak, orang tua, adek saya, keluarga besar Komisi Kesenian, buat sahabat-sahabat keluarga besar SMA 7 BOGOR di IPB, ITK 46, ITK. buat semuanya . I *HEART* YOUH20th

08

Mar

I Believe in the Hill Called Mt. Calvary

Verse 1 There are things as we travel this earth’s shifting sands That transcend all the reason of man But the things that matter the most in this world They can never be held in our hand Chorus I believe in the hill called Mt. Calvary I believe whatever the cost And when time has surrendered and earth is no more I still cling to that old rugged cross Verse 2 I believe that the Christ who was slain on that cross Has the power to chang lives today For He changed me completely, a new life is mine That is why by the cross I will stay

07

Mar

IS MORE THAN ABOUT 7 MONTH

its more than about seven month in my greatest family “KOMISI KESENIAN”

Sangat-sangat ga nyangka, Tuhan memproses saya di keluarga ini. Keluarga yang sangat-sangat membuat saya merasa begitu nyaman di dalamnya, keluarga yang sangat-sangat membuat saya rindu kalo sehari ga ketemu kalian, rindu kalo ga pulang malam bareng kalian.

Its about seven month, ketika saya di panggil Tuhan untuk menjadi pengurus disini. ga layak emang, tapi proses ini yang Tuhan pengen kami lewati. its about seven month, berawal dari Oktober ketika kita boleh diangkat. banyak harga yang harus di bayar, proses pembentukan karakter yang sakit. its about seven month, awalnya biasa aja pas tau kalo 46 cuma kebagian 1 semester kepengurusan. perjalanan panjang yang kita lewati. kesalahpahaman, sakit hati, nangis-nangis, ketawa, capek, fisik, tenaga, egois, hujan, ngangkat karpet, sound, keyboard, gitar, konga. masih banyak lagi.

Pemimpin harus lebih dari jemaatnya, tapi faktanya tidak. saya sering sekali jatuh dan jatuh di lubang yang sama. Di hari yang sama saat saya melayani Tuhan, saat itu pula saya dengan sadar saya melakukan dosa, jatuh dalam dosa. terkadang saya suka menagih janji Tuhan kalo dia mau memproses saya di kepengurusan ini.

Sampe ketika satu titik saat saya merasa sangat gagal, desember. saya cuma bisa menangis minta maaf atas perjalanan kepengurusan yang saya jalani. intimidasi kata “kamu gagal fred” “gagal”. saat itu juga Dia bilang “kamu ga gagal, lanjutkan kepengurusan, perbaiki yang sudah ada”. Bukan tentang seberapa sering kamu jatuh, tapi tentang seberapa sering kamu berusaha mencoba untuk bangun saat kamu terjatuh

Tenang rasanya, proses yang Tuhan janjikan itu BERBUAH. bukan pada saat kepengurusan, tapi di akhir kepengurusan. semua-semua yang harga yang harus kita bayar di kembalikan oleh Tuhan, lebih bahkan. semuanya berubah, karakter-karakter kita 46 berubah. its not only about seven month, berat rasanya ninggalin kepengurusan ini, sangat berat. apalagi di tengah perubahan-perubahan yang banyak terjadi di 46. kenapa harus 46 yang kebagian periode transisi?? Rasanya satu semester ga cukup.

Regenerasi ke angkatan 47, angkatan yang dahsyat yang Tuhan kasih buat Komisi Kesenian. Mimpi-mimpi mereka, they are so fantastic, talented. Mereka sudah terbentuk sedemikian rupa. ini jawaban yang Tuhan kasih, Angkatan 47, kesiapan mereka. Komisi Kesenian bukan Cuma milik 46. Tuhan percayakan 46 sesuai kapasitas kami. Rencana yang sangat-sangat indah.  Ini lebih dari sekedar 7 bulan teman-teman, kalo kita boleh bersama.

Yoshiara Hutagalung, Fernando Sinaga, Lela Nesvi, Yenni Krisna Siregar, Sandro Markus Siahaan, Desyi Christia Sitohang, Sulayman, Lita, Nia Nitari Saragih, Jaya Karta, Winny Sutriani Gulo, Christon Siagian, Andreas Gonzales, Catur Sotaradu, Maslina Karlince Hutagaol, Arnold Silaban, Setia Trianto Ralinchi, Gita Natalia, Annyse Meiga Sinaga, Martua Jonathan, Yanda Genakela Marpaung, Kezia Novrasion, Nathan Manulang, Julian Simorangkir, Firna Kristin Natalia, Ria Lim, Daniel Pratama Sianturi, Isel Nazareta Silaban, Christyan Adhi.

            3 Maret, rasanya baru kemarin kami di basuh untuk menjadi pengurus(17 September 2011). Hari ini kami membasuh jagoan-jagoan kami pengurus 47.

Lebih dari sekedar 7 bulan, mantan pengurus, tapi ga ada mantan pelayan. Saya sangat-sangat menyanyangi kalian 46, sangat sayang. Masih banyak hal-hal yang pengen Tuhan lakukan lewat kita. Pelayan, persekutuan yang kita lakukan dalam Tuhan ga ada kata sia-sia. Ini bukan sekedar 7 bulan, ketika kita boleh di kasih abang-kakak yang dahsyat. Banyak banget abang-kakak yang ga bisa saya sebutkan satu-satu yang membangun kami. Kakak-abang komisi kesenian yang walaupun sudah alumni, yang walaupun sibuk penilitian, proposal tapi selalu sempatin waktunya buat Komisi Kesenian. Terima kasih buat masa masa pembentukan ini Tuhan. Saya sangat-sangat menikmatinya. Setiap air mata yang boleh keluar kau gantikan dengan beribu-ribu kali lipat kebahagiaan.

5 Maret 2011, pertama kali saya mendapat sms ngajak pembinaan dari pengurus baru angkatan 47. Jujur masih belum sadar kalo kami bukan lagi pengurus (soalnya biasa dapet sms ngajak pembinaan dari 46, atau ngesms ngajak pembinaan).

ITS NOT ONLY ABOUT 7 MONTH, ITS MORE THAN ABOUT 7 MONTH. 7 Bulan yang Tuhan perlukan untuk mempersiapkan kita, untuk memperlengkapi kami 46. Tetap merangkul dalam kasih. Tuhan boleh izinkan 47 orang angkatan baru 48 untuk kita bina. Ini lebih dari sekedar 7 bulan, 7 Bulan yang luar biasa yang Tuhan percayakan kita jalankan. Tuhan Yesus saya memang luar biasa, sangat-sangat luar biasa. Tema kepengurusan yang Tuhan buat untuk angkatan kita sangat indah, “Merangkul dalam kasih”.

ITS NOT ONLY ABOUT 7 MONTH, BUT IS MORE THAN ABOUT 7 MONTH. I LOVE YOU JESUS, THANK YOU FOR KOMISI KESENIAN.

 

(“…dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik…”)

KOMKES :)